METODE BERNYANYI PADA PEMBELAJARAN ARABIYAH LIL ATHFAL

 07 Desember 2024 

METODE BERNYANYI PADA PEMBELAJARAN LIL ATHFAL 

                                    Disusun Oleh : Rahma Nabila Fahrina Rosid 

NIM : 222101020011

Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember 
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab 

BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

          Metode bernyanyi dalam pembelajaran bahasa Arab untuk anak usia dini menawarkan pendekatan yang kreatif dan interaktif dalam mengajarkan kosakata dan dasar-dasar bahasa Arab. Meskipun metode ini memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan daya ingat dan keterlibatan anak, penting untuk mempertimbangkan beberapa faktor agar proses pembelajaran tetap efektif dan bermakna.

          Pertama, meskipun nyanyian dapat meningkatkan kemampuan linguistik anak, ada risiko bahwa pendekatan ini bisa menjadi terbatas dalam mengajarkan struktur gramatikal yang lebih kompleks. Lagu-lagu yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa Arab biasanya mengutamakan kosakata dasar dan pengenalan bunyi, tetapi mungkin kurang memperkenalkan anak pada aspek tata bahasa yang lebih mendalam.

          Kedua, meskipun metode ini dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tidak semua anak merespons dengan cara yang sama terhadap musik atau lagu. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan yang lebih variatif dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak, untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya menghafal melodi tetapi juga memahami arti kata-kata yang diajarkan.

            Selain itu, efektivitas metode ini sangat bergantung pada kreativitas guru dalam memilih lagu yang sesuai dan mengintegrasikan lagu ke dalam konteks pembelajaran yang lebih luas, agar tujuan pembelajaran bahasa Arab dapat tercapai secara optimal.

B. Rumusan Masalah

  • 1)      Apa yang dimaksud metode bernyanyi?
  • 2)      Apa saja kekurangan dan kelebihan metode bernyayi?
  • 3)      Bagaimana metode bernyanyi untuk anak usia dini?

 

C.   TUJUAN

  • 1)      Mengetahui definisi dari metode bernyayi
  • 2)      Mengetahui kelebihan dan kekurangan metode bernyanyi
  • 3)      Mengetahui proses metode bernyanyi  


A.   Definisi metode bernyanyi

          Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair- syair yang dilagukan. Biasanya syair-syair tersbut disesuaikan dengan materi-materi yangakan diajarkan oleh pendidik. Menurut beberapa ahli, bernyanyi membuat suasana belajar menjadi riang dan bergairah sehingga perkembangan anak dapat distimulasi secara lebihoptimal. (A.Fajar, 2019). Selain itu, Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan nyanyian sebagai sarana belajar pada peserta didik sehingga kegiatanmenjadi menyenangkan dan membahagiakan. (Ika Khairunnisa, 2020) Dari pendapat berikut, dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi merupakansalah satu metode yang menggunakan media lagu sebagai sarana penunjangnya. Metode ini termasuk salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran Bahasa terkhusus bagi anak usia dini, karena dengan metode bernyanyi dapat membuat suasana belajar lebih menyenangkan sehingga peserta didik menjadi bersemangat terkhusus dalam menerima materi yang diberikan melalui lirik-lirik lagu yang dinyanyikan dan hal ini dapat menjadifactor utama dalam tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal.

          Menurut Bonnie dan John (dalam Prasetya, 2010:22) terdapat manfaat dari metode menyanyi yaitu membantu mencapai kemampuan dalam pengembangan daya pikir, membantu menyalurkan emosi seperti senang atau sedih melalui isi syair lagu/nyanyian, dan membantu menambah perbendaharaan kata baru melalui syair lagu/ nyanyian. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diambil dari anak bernyanyi antara lain:

1)  Melatih motorik kasar

2)  Membentuk rasa percaya diri anak

3)  Menemukan bakat anak

4)  Melatih kognitif dan perkembangan bahasa anak.

          Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lagu untuk pembelajaran ALA antara lain berikut ini:

1)      Syair atau kata-kata dalam lagu hendaknya jelas

2)      Bahasa yang digunakan dalam lagu tersebut tidak terlalu sulit

3)      Tema lagu dipilih yang sesuai dengan dunia anak

4)      Lagu tidak terlalu panjang

5)  Lagu diupayakan memiliki keterkaitan dengan materi yang diajarkan indra pendengaran dan penglihatan, sedangkan guru memerlukan contoh seperti gambar anggota tubuh, gambar angka, gambar hewan atau yang lain sesuai materi yang diajarkan oleh guru di kelas Dalam pembelajaran ini Alat yang diperlukan anak didik ketika pembelajaran berlangsung yaitu: alat panca.

 

B.   Kelebihan dan kekurangan metode bernyanyi

          Adapun kelebihan dari metode bernyanyi yaitu:

1)      Memperkaya atau menambah sumber belajar bagi guru dan anak usia dini.

2)      Memotivasi guru untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sebagai media pembelajaran.

3)  Meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak usia dini.

4)      Materi pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan konkret.

5)  Untuk anak didik, diharapkan dapat merangsang kemampuan penalarannya, penciptaan, perkembangan daya pikir, perkembangan bahasa, berimajinasi dan kreativitas.

6)   Membantu anak untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan baru yang didasarkan pada hal-hal yang telah anak ketahui dan yang ingin diketahui anak.

7)  Bernyanyi harus menyediakan konsep yang dapat diselidiki oleh setiap anak melalui pengalaman praktik langsung tentang objek-objek yang nyata bagi anak untuk menilai dan memanipulasinya.

8)      Bernyanyi dapat disesuaikan dengan tema, materi dan kegiatan yang berlangsung.

9)  Anak menjadi aktif terlibat di dalam kegiatan, sehingga anak akan menggunakan semua pemikirannya.

10)  Hasil yang capai dari penerapan metode bernyanyi secara tidak langsung menghasilkan produk kreativitas.

11)  Guru dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk merefleksikan apa yang telah anak ketahui.

12)  Meningkatkan kemandirian, harga diri yang positif (percaya diri).

          Sedangkan kekurangan dari metode bernyanyi adalah Kalau dilakukan tanpa diikuti metode-metode lainnya, maka tujuan pembelajaran yang dicapai sedikit terbatas, misalnya hanya mengembangkan kecerdasan musik saja. Sulit digunakan pada kelas besar, hasilnya akan kurang efektif pada anak pendiam atau tidak suka bernyanyi, suasana kelas yang ramai, bisa mengganggu kelas yang lain.

 

C.   Langkah-langkah metode bernyanyi

Pada kalangan anak usia dini, ada yang belum bisa baca teks atau yang seudah bisa baca teks maka ada dua tahapan yang dilakukan oleh guru untuk metode bernyanyi;

Tahap pertama nuntuk siswa yang bisa baca teks:

1)      Guru memilih lagu-lagu pendek

2)    Bila ditemukan kesalahan dalam menyanyikan lagu, guru menggunakan alat bantu seperti: tongkat, alat musik, atau media elektronik.

3)  Guru menyanyikan satu buah lagu dengan berulang-ulang dalam berbagai kesempatan hingga semua anak mampu menyanyi dan hafal.

4)      Guru meminta anak-anak menyanyi bersama.

5)      Anak-anak harus menguasai satu buah lagu hingga baik sebelum diberi lagu baru.

6)    Guru berusaha mengajak diskusi tentang makna lagu yang dipelajari dengan menumbuhkan asosiasi-asosiasi pada lingkungan sekitarnya.

 

 

Tahap kedua untuk siswa yang tidak bisa baca teks:

1)  Guru melakukan persiapan mengajar lagu dengan menyampaikan beberapa prakata atau pertanyaan seputar tema lagu.

2)      Guru mengajak anak-anak untuk melihat teks-teks lagu di papan tulis atau buku.

3)      Guru mulai mendendangkan lagu dengan irama lambat.

4)  Guru meminta beberapa anak membaca syair lagu dan membenarkan kesalahan yang ditemukan.

5)      Guru mendiskusikan makna-makna lagu

6)  Guru dan siswa secara bergantian menyanyikan lagu tersebut hingga semuanya bisa menyanyi dengan baik dan benar

 

           


A.   Kesimpulan

1.    Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan nyanyian sebagai sarana belajar pada peserta didik sehingga kegiatanmenjadi menyenangkan dan membahagiakan.

2.   Adapun kelebihan dari metode bernyanyi yaitu: Memperkaya atau menambah sumber belajar bagi guru dan anak usia dini, Memotivasai guru untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sebagai media pembelajaran, Meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak usia dini, Materi pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan konkret, Untuk anak didik, diharapkan dapat merangsang kemampuan penalarannya, penciptaan, perkembangan daya pikir, perkembangan bahasa, berimajinasi dan kreativitas, Membantu anak untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan baru yang didasarkan pada hal-hal yang telah anak ketahui dan yang ingin diketahui anak, ernyanyi harus menyediakan konsep yang dapat diselidiki oleh setiap anak melalui pengalaman praktik langsung tentang objek-objek yang nyata bagi anak untuk menilai dan memanipulasinya, Bernyanyi dapat disesuaikan dengan tema, materi dan kegiatan yang berlangsung, Anak menjadi aktif terlibat di dalam kegiatan, sehingga anak akan menggunakan semua pemikirannya, Hasil yang capai dari penerapan metode bernyanyi secara tidak langsung menghasilkan produk kreativitas, Guru dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk merefleksikan apa yang telah anak ketahui, Meningkatkan kemandirian, harga diri yang positif (percaya diri). Sedangkan kekurangan dari metode bernyanyi adalah Kalau dilakukan tanpa diikuti metode-metode lainnya, maka tujuan pembelajaran yang dicapai sedikit terbatas, misalnya hanya mengembangkan kecerdasan musik saja. Sulit digunakan pada kelas besar, hasilnya akan kurang efektif pada anak pendiam atau tidak suka bernyanyi, suasana kelas yang ramai, bisa mengganggu kelas yang lain

3.      Pada kalangan anak usia dini, dibagi menjadi dua tahapan yakni tahapan siswa yang bisa baca teks dan tidak bisa baca teks.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Radhi Muhammad Al Mardhi & Bachtiar Fauziah, Metode Bernyanyi dalam Pembelajaran Bahasa Arab UntukAnakUsia Dini, Jurnal Cendekia Ilmiah, Vol.3, No.5, 2024.

Ridwan &.Fajar A. Awaluddin, Penerapan Metode Bernyanyi Dalalm Meningkatkan Penguasaan Mufrodat Dalam Pembelajran Bahasa Arab di Raodhatul Athfal, Jurnal Kependidikan, Vol. 13, No. 1, Juni 2019.

Musbikin, Imam, Mendidik Anak Kreatif Ala Eisastein (Yogyakarta: PT Mitra Pustaka, 2007).

Taufiqurrochman, Belajar Bahasa arab melalui lagu Model program Arabiyah Lil Athfal (ALA), Laporan Penelitian,31 Desember 2006.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips menulis khot arab dengan benar dan estetis

PROBING PROMPTING METHODE